Manfaat Ketumbar Untuk Kesehatan Yang Wajib Diketahui


Manfaat dan Efek Samping  Ketumbar Untuk Kesehatan Yang Wajib Diketahui
Manfaat ketumbar umumnya diketahui sebagai bumbu dapur. Faktanya, selain sebagai bumbu dapur, ketumbar juga memiliki beragam manfaat untuk kesehatan. Tapi hati-hati, karena pada sebagian orang, ketumbar dapat memberikan efek samping bagi kesehatan. Ketumbar memiliki banyak nutrisi, mulai dari karbohidrat, protein, lemak, kalsium, magnesium, kalium, dan fosfor. Seluruh kandungan nutrisi tersebut bermanfaat untuk kesehatan tubuh.
  1. Ringankan diabetes. Banyak resep tradisional yang menggunakan biji ketumbar sebagai obat diabetes atau gula darah. Ditambah, sebuah studi dari The British Journal of Noutrition menemukan kandungan anti-hyperglycaemic pada ketumbar yang bisa mengontrol hormon insulin. Kandungan tersebut akan mengontrol level gula pada batas normal agar tidak melonjak naik.
  2. Melancarkan pencernaan. Menurut Amol Ghosh dari Rumah Sakit N.R.S, Kolkata, ketumbar mengadung anti oksidan yang bagus untuk hati dan sistem pencernaan. Kandungan anti oksidan juga membantu dalam pembentukan senyawa untuk melancarkan buang air besar. "Jika kalian mengalami sembelit, cobalah menambahkan biji ketumbar di masakan. Kalian akan merasakan manfaatnya," ucap Amol Ghosh.
  3. Menjaga kadar kolestrol. Bagi penderita kolesterol wajib mengontrol asupan makanan mereka. Menurut Indrani Subramania dari Rumah sakit Apollo, ketumbar mengandung senyawa coriandrin yang bisa menurunkan kadar kolesterol. Dikatakan pula, biji ketumbar punya efek untuk membersihkan pencernaan dan meleburkan lemak jahat.
  4. Mengobati flu. Vitamin C sangat penting untuk menjaga daya tahan tubuh. Banyak yang tidak tahun kalau biji ketumbar punya kandungan vitamin C yang banyak. Rempah ini juga mengandung folic acid, vitamin A, dan beta-karotin. Sederet kandungan bermanfaat ini sangat baik untuk menyebuhkan gejala atau penyakit flu.
  5. Mengobati haid tidak teratur. Bagi Moms yang kerap mengalami gangguan menstruasi atau haid tidak beraturan, mungkin biji ketumbar jawabannya. Dr. Indrani Jana menyebut kalau ketumbar bisa menstimulasi kelenjar endokrin dan menyeimbangkan hormon tubuh.
  6. Mencegah infeksi jamur. Tidak hanya mengandung antioksidan, ketumbar juga diketahui memiliki sifat antijamur dan antibakteri. Dua sifat inilah yang memungkinkan ketumbar bisa digunakan untuk membantu mencegah infeksi, baik yang disebabkan oleh jamur maupun bakteri. Hanya saja, masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui efektivitas ketumbar dalam mencegah infeksi.
  7. Mencegah peradangan. Sebuah penelitian mengungkap, antioksidan yang terkandung di dalam biji ketumbar mampu mencegah peradangan akibat radikal bebas. Tidak hanya itu, antioksidan dalam ketumbar dipercaya bisa menghambat pertumbuhan sel kanker. Namun, efektivitas ketumbar dalam menghambat pertumbuhan sel kanker masih perlu diteliti lebih lanjut.
Efek Samping Ketumbar yang Perlu Diketahui
Beberapa efek samping mungkin akan ditimbulkan dari penggunaan ketumbar, mulai dari reaksi alergi, dehidrasi, penurunan kadar gula darah secara drastis, hingga mengalami peningkatan sensitivitas kulit terhadap cahaya. Oleh sebab itu, Anda harus berhati-hati dalam menggunakan obat herbal satu ini.

Selain itu, tidak semua orang dapat mengonsumsi ketumbar sebagai obat herbal, termasuk ibu hamil dan menyusui. Demikian juga orang yang memiliki alergi ketumbar, menderita tekanan darah rendah dan diabetes, perlu berhati-hati dalam mengonsumsi ketumbar.

Walaupun sudah diolah menjadi produk herbal, Anda harus tetap hati-hati dalam menggunakan ketumbar. Pastikan Anda membaca takaran penggunaan ketumbar yang tertera di label kemasan, dan konsultasikan dulu ke dokter sebelum Anda menggunakan ketumbar sebagai obat herbal.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel