Artikel Pilihan Pembaca

Ilmu Pengetahuan dan Teknologi ( IPTEK )

Ilmu Pengetahuan dan Teknologi ( IPTEK ) Di kalangan ilmuwan ada keseragaman pendapat, bahwa “ilmu” itu selalu tersusun dari pengetahu...

Cara Membaca Trend Saham Agar Tidak Mengalami Kerugian


Cara membaca trend saham agar tidak mengalami kerugian – Saham merupakan salah satu investasi yang dirasa paling menguntungkan karena memiliki potensi memberikan imbal hasil yang paling tinggi jika dibandingkan dengan jenis investasi yang lainnya. Banyak orang yang tertarik dengan salah satu instrumen investasi yang satu ini. Namun, risikonya juga relatif cukup tinggi. Nah, untuk bisa meminimalkan risiko itu, Anda tentu membutuhkan pengetahuan dan juga kemampuan yang cukup saat menjalani investasi saham. Salah satu kemampuan yang sangat penting ialahh membaca pergerakan tren investasi saham. Lantas, bagaimana cara untuk membaca tren saham? Ini 3 cara membaca trend saham hal yang harus Anda perhatikan.

  • Analisis Fundamental dan Teknikal
Sebagai landasan agar bisa membaca pergerakan dari harga saham, Anda harus memahami terlebih dulu dua jenis analisis yang biasa digunakan pada lantai bursa, yakni analisis fundamental dan juga analisis teknikal.

Sederhananya, analisis fundamental bisa diartikan analisis untuk menggali berbagai informasi yang mendasar terkait dengan kondisi perusahaan, sektor industri, atau ekonomi secara keseluruhan. Bisa diibaratkan fondasi pada sebuah bangunan, harga saham sebuah perusahaan juga akan terlihat bagus jika kondisi fundamentalnya juga baik. Fondasi yang baik juga akan mampu menjaga agar sebuah perusahaan tetap kuat bertahan di tengah badai kondisi ekonomi yang kurang menentu. Salah satu informasi yang digunakan untuk analisis adalah laporan keuangan perusahaan.

Sementara itu, analisis teknikal adalah proses mengolah informasi berdasarkan sebuah tren pergerakan harga saham historis untuk memprediksikan pergerakannya di masa yang akan datang. Untuk memahami semua ini, Anda harus memperhatikan grafik pergerakan dari harga saham dan juga sekaligus mengamati semua data pasar lainnya, seperti halnya pasokan, permintaan, dan juga volume perdagangan.

  • Membaca Tren Saham Menggunakan Moving Average
Anda mungkin merasa bingung dalam membaca grafik tren harga saham yang terlihat seperti sandi rumput. Akan tetapi, sebenarnya ada sebuah cara yang sangat sederhana akan tetapi lebih efektif untuk membaca grafik itu, yakni dengan metode Moving Average atau biasa dikenal dengan MA.

Moving average adalah rata-rata pergerakan harga sebuah saham dalam kurun waktu tertentu. Variabel rentang waktu yang biasa digunakan untuk membentuk MA bisa berapa saja, akan tetapi umumnya ialah 10, 20, 50, 100, dan 200 hari. Untuk kurun 10 hari, grafiknya biasa disebut MA10, untuk 20 hari disebut dengan MA20, dan seterusnya.

Ada dua jenis Moving Average yang biasa digunakan, yakni Simple Moving Average atau SMA dan Exponential Moving Average atau EMA. SMA bisa diperoleh dengan cara menghitung rata-rata harga saham di saat penutupan dalam sekian hari terakhir. Sementara itu, penghitungan EMA jauh lebih kompleks akan tetapi jauh lebih akurat jika dibandingkan dengan SMA.

Sebagai contoh dari penghitungan SMA, anggap saja pergerakan dari Saham A dalam 5 hari terakhir ialah sebagai berikut:

  A. Hari ke-1: 500
  B. Hari ke-2: 550
  C. Hari ke-3: 600
  D. Hari ke-4: 500
  E. Hari ke-5: 550


Maka rata-rata dari harga Saham A dalam 5 hari terakhir (SMA5) = (500+550+600+500+550)/5 = 540.

Jika pada hari keenam harga saham A akan naik jadi 600, maka SMA5 = (550+600+500+550+600)/5 = 560.

Berbeda dengan penghitungan SMA, penghitungan EMA jauh lebih sulit dan lebih detail, namun hasil perhitungan jauh lebih akurat, cara ini biasanya digunakan oleh para konsultan saham dalam menghitung tren saham bagi para kliennya.

  • Membaca Tren Saham Menggunakan Uptrend, Downtrend Dan Sideways
Nah, setelah Anda memahami Moving Average, kini saatnya Anda mengamati tren pergerakan harga sebuah saham. Ada tiga jenis pergerakan, yaitu uptrend atau cenderung naik, lalu downtrend ayau cenderung turun, dan juga sideways atau cenderung stagnan. Biasanya kondisi uptrend akan ditandai dengan panah hijau, kondisi downtrend akan ditandai dengan panah merah, sedangkan sideways akan ditandai dengan panah abu-abu.

Cara ini biasanya digunakan oleh para pemula. Cara ini lebih simple, karena Anda cukup membaca pergerakan harga dengan melihat tanda panah yang muncul.

Itulah beberapa cara membaca trend saham yang biasa digunakan oleh banyak orang yang memilih untuk berinvestasi saham. Ketiga cara ini juga menjadi cara termudah untuk bisa melihat pergerakan tren saham di Indonesia bahkan dunia. Anda tidak bisa sembarangan membeli saham, karena hal tersebut akan membuat Anda mengalami kerugian nantinya. Dalam investasi saham dibutuhkan perhitungan yang akurat sehingga Anda akan mendapatkan keuntungan sesuai dengan rencana yang dibuat.

Jika Anda dirasa kurang mengerti dalam membaca tren saham, Anda bisa membayar konsultan untuk membantu Anda memutuskan saham mana yang akan Anda ambil. Lebih baik lagi jika ANda mempelajari cara membaca trend saham ini agar nantinya Anda tak mengeluarkan biaya lebih untuk melihat pergerakan tren saham di Indonesia maupun dunia.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel