Sifat fisika pada suatu zat serta contohnya

Jenis jenis sifat fisika dalam kehidupan
Sifat fisika adalah sifat suatu zat yang dapat diamati, diukur, atau dirasakan oleh panca indra seperti warna, ukuran, wujud, zat, bau, rasa, titik didih, titik leleh, kelarutan, kelenturan, kekerasan, dan daya hantar listrik.

Sifat kimia adalah ciri-ciri suatu zat yang berhubungan dengan terbentuknya zat jenis baru. Contohnya, besi termasuk logam yang paling mudah bereaksi dengan oksigen, sehingga mudah berkarat. Berkarat merupakan salah satu sifat kimia dari zat.

    Sifat fisika merupakan sifat yang dapat diamati tanpa mengubah ciri-ciri dan komposisi suatu zat,  sifat fisika tidak berhubungan dengan pembentukan zat baru. Contoh sifat fisika adalah sebagai berikut.


  • Kerapatan ( Masa Jenis )
Kerapatan adalah masa zat dalam satuan volume tertentu, satuan kerapatan adalah kg/m"' atau g/ml. Masa jenis gas asetilena lebih kecil dari pada massa jenis udara. Pada dasarnya perbedaan ini disebabkan karena perbedaan massa atom partikel penyusun zat. Massa jenis gas asetilena lebih kecil dari udara, sehingga gas asetilena banyak di manfaatkan untuk meniup atau mengisi balon, agar balon dapat terbang.
  • Kekerasan

Tahukah kamu apa itu kekerasan? Kekerasan merupakan ukuran untuk menentukan keras atau lunaknya suatu zat. Kekerasan di ukur dengan skala Mohs, menggunakan alat yang disebut sklerometer semakin besar skala mohs suatu zat, maka akan semakin keras pula zat tersebut

Contoh kekerasan zat dan mineral :
0,5-0,6 = Logam natrium (Na), Kalium (K)
1,5 = Timah (Sn), Grafit (C)
2 = Kalaium (Ca)
3 = tembaga (Cu)
4 = Nikel (N)
4-4,5 = Baja
  • Elastisitas
Tahukah kamu apa itu elastisitas? Elastisitas merupakan kemampuan suatu benda untuk mempertahankan diri ketika terkena tarikan atau dorongan (gaya) dan mampu untuk kembali pada ukuran bentuk awal (semula). Setiap zat memiliki elastisitas tertentu. Zat seperti es batu, kayu, dan gelas memiliki elastisitas yang rendah. Oleh karena itu zat tersebut dapat mengalami kerusakan bentuk ketika diberikan gaya yang sangat besar.
  • Daya hantar
Daya hantar adalah kemampuan suatu zat untuk menghantarkan panas atau listrik. Berdasarkan sifat ini benda dapat dibedakan menjadi konduktor, isolator dan semikonduktor. Bahan yang dapat digunakan sebagai konduktor adalah bahan yang terbuat dari zat yang mampu menghantarkan elektron dengan mudah. Sebaliknya zat yang mempunyai kemampuan rendah dalam menghantarkan elektron ini adalah bahan sebagai isolator. Bahan semikonduktor adalah bahan yang jika berada disuhu rendah sebagai isolator dan ketika di suhu tinggi maka menjadi konduktor. Bahkan banyak digunakan sebagai komponen alat elektronik di zaman modern ini.
  • Kemagnetan
kemampuan suatu zat untuk dipengaruhi oleh medan magnet disebut dengan sifat kemagnetan. Sifat ini dibedakan menjadi 3 bagian di antaranya adalah feromagnetik, paramagnetik, dan diamagnetik. Benda-benda yang dapat di tarik kuat oleh magnet maka disebut sebagai feromagnetik, misalnya besi, baja, koblat, dan nikel. Sedangkan benda yang lemah ketika ditarik oleh magnet maka disebut paramagnetik, misalnya magnesium, molibdenum, dan litium. Sedangkan benda yang tidak dapat di tarik oleh magnet adalah diamagnetik, misalnya perak, tembaga, dan bismut.
  • Viskositas
Viskositas adalah ukuran kekentalan fluida (zat cair dan gas) yang menyatakan besar kecilnya gesekan didalam fluida. Semakin besar visikositas suatu fluida, maka akan semakim sulit suatu fluida untuk mengalir dan semakin sulit untuk suatu benda bergerak di dalam fluida tersebut. Zat viskositas dihasilkan oleh kohesi (gaya tarik menarik) antara molekul-molekul zat cair. Sementara pada gas, viskositas timbul sebagai akibat tumbukan antara molekul-molekul gas. Contoh fluida yang memiliki viskositas tinggi adalah madu dan oli, Air merupakan viskositas rendah.
  • Titik didih
Titik didih adalah suhu zat cair mulai berubah-ubah menjadi uap pada suatu tekanan tertentu. Zat cair dapat menjadi uang karena tekanan uap lebih besar dari tekanan luar yang menahan zat cair.
  • Titik beku
Titik beku merupaka suhu pada tekanan tertentu saat zat cair mulai berubah menjadi padat. Sedangkan titik leleh adalah suhu pada tekanan tertentu zat padat mulai berubah menjadi zat cair

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel