Artikel Pilihan Pembaca

Ilmu Pengetahuan dan Teknologi ( IPTEK )

Ilmu Pengetahuan dan Teknologi ( IPTEK ) Di kalangan ilmuwan ada keseragaman pendapat, bahwa “ilmu” itu selalu tersusun dari pengetahu...

Latar belakang konferensi asia afrika ( KAA ) 1955

    Ayokbaca setelah perang dunia I berakhir ternyata membawa pengaruh terhadap bangsa bangsa asia dan afrika untuk memproleh kemerdekaan mereka .
    Salah satu bukti pemyelengaraan kehidupan bernegara adalah terjalinnya kerjasama dengan negara lain. Kebijakan yang menyangkut hubungan antara negara lain terangkum dalam kebijakan politik luar negeri . Oleh karena itu kebijakan indonesia harus sesuai dengan UDD 1945 dan pancasila indonesia mencetuskan gagasannya untuk mengalang kerja sama dan solidaritas antar bangsa serta mendukung negara negara yang baru merdeka dengan menyelengarakan KAA 1955.
    Berikut adalah waktu kegiatan konferensi KAA dari penyusunan hingga pelaksanaan.
  • 23 Agustus 1953 – Perdana Menteri Indonesia, Ali Sastroamidjojo mengusulkan perlunya kerjasama antara negara-negara di Asia dan Afrika dalam perdamaian dunia pada Dewan Perwakilan Rakyat Sementara.
  • 25 April – 2 Mei 1954 – Konferensi Kolombo berlangsung di Sri Lanka yang juga dihadiri pemimpin dari India, Pakistan, Burma (sekarang Myanmar) dan Indonesia. Dalam konferensi ini Indonesia memberikan usulan perlunya diadakannya Konferensi Asia-Afrika.
  • 28 – 29 Desember 1954 – Untuk mematangkan gagasan masalah Persidangan Asia-Afrika, diadakan Persidangan Bogor. Dalam persidangan ini dirumuskan lebih rinci tentang tujuan persidangan serta siapa saja yang akan diundang.
  • 18 – 24 April 1955 – Konferensi Asia-Afrika berlangsung di Gedung Merdeka, Bandung. Persidangan ini diresmikan oleh Presiden Soekarno dan diketuai oleh Perdana Menteri Ali Sastroamidjojo. Hasil konferensi Asia Afrika ini berupa persetujuan yang dikenal dengan Dasasila Bandung.
Latar Belakang Konferensi Asia Afrika
    KAA pertama diadakan tahun 1955, saat masih banyak negara-negara di Asia dan Afrika yang dijajah, jadi solidaritas antarnegara di KAA diharapkan mampu saling memperkuat negara-negara hingga mencapai kemerdekaan. Setelah KAA, tercatat banyak negara yang mengalami kemerdekaan.
    Setelah Perang Dunia II di tahun 1945, banyak negara-negara yang sebelumnya dijajah oleh bangsa Eropa memproklamasikan kemerdekaannya. Salah satunya adalah Indonesia yang merdeka di tahun 1945 diikuti oleh negara-negara lain di kawasan Asia seperti Vietnam, Filipina, Pakistan dan India.
    Namun tidak semua negara yang dijajah sudah merdeka, karena masih ada negara di benua Afrika dan Asia yang masih mengalami masalah kolonialisme. Pada masa itu juga terdapat dua kekuatan blok besar di dunia yakni Blok Barat yang dipimpin Amerika Serikat dan Blok Timur yang dipimpin Uni Soviet.
    Konferensi Asia Afrika disingkat dengan KAA. Konferensi Asia Afrika adalah konferensi yang diselenggarakan pada tanggal 18-24 April 1955 di kota Bandung, Indonesia. Latar belakang diselenggarakannya Konferensi Asia Afrika adalah bahwa setelah Perang Dunia II berakhir muncul dua kekuatan dunia yaitu blok Barat yang dipimpin Amerika Serikat dan blok Timur yang dipimpin oleh Uni Soviet. 
    Bangsa asia -afrika punya persamaan nasib dan sejarah yng sama dan semakin meningkatnya kesadaran bangsa asia-afrika yang terjajah untuk merdeka

Tujuan Konferensi asia-afrika
  • Memberikan sumbangan untuk memajukan perdamaian dan kerja sama dunia.
  • menciptakan perdamaian dan ketenteramkan hidup bangsa bangsa-bangsa yang ada di kawasan asia afrika.
  • Meninjau masalah-masalah hubungan sosial ekonomi dan kebudayaan dari negara-negara Asia dan Afrika.
  • Sebagai tindak lanjut konferensi pancanegara I dan II.
  • Menjalin kerukunan antar umat beragama di wilayah Asia dan Afrika.
  • Melawan kolonialisme dan neokolonialisme Amerika Serikat, Uni Soviet dan negara imprialis lainnya.
  • Memperluas peranan bangsa-bangsa Asia dan Afrika dalam kerja sama internasional dan ikut serta mengusahakan perdamaian dunia.
  • Mencanangkan gerakan politik untuk melawan kapitalisme asing.
Dampak Konferensi Asia Afrika.
    berhasil menumbuhkan semangat solidaritas di antara negara-negara Asia Afrika, baik dalam menghadapi masalah internasional maupun regional. Terbentuknya Dasasila Bandung juga melahirkan faham Dunia Ketiga atau Non-Blok terhadap Blok Barat (Amerika Serikat) dan Blok Timur (Rusia).
  • Perintis dalam membina solidaritas bangsa-bangsa agar selalu hidup berdampingan dengan damai
  • Penjelmaan kebangkitan kembali bangsa-bangsa di Asia dan Afrika.
  • Pendorong bagi perjuangan kemerdekaan bangsa di dunia .
  • Memberikan pengaruh yang besar terhadap perjuangan bangsa-bangsa di Asia dan Afrika untuk merdeka.
  • Konferensi Asia Afrika mampu menjadi penengah dua blok yang saling berseteru sehingga dapat mengurangi ketegangan.
  • Politik bebas aktif yang dijalankan Indonesia, India, Burma (Myanmar), dan Sri Lanka tampak mulai diikuti oleh negara-negara yang tidak bersedia masuk Blok Timur ataupun Blok Barat.
  • Australia dan Amerika Serikat mulai berusaha menghapuskan diskriminasi ras di negaranya.
  • perekat untuk mendasari pembaharuan tekad bangsa dan negaramasing-masing dalam meningkatkan martabatnya.
  • Memberikan harapan baru bagi bangsa-bangsa yang sudah maupun belum merdeka.
Bidang kerja sama asia-afrika.
  • Kerja sama ekonomi.
  • Kerja sama kebudayaan.
  • HAM dan hak menentukan nasib sendiri.
  • Masalah negara-negara yang belum merdeka.


Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel